Kemarin-kamerin pas lagi bikin proposal pimnas buat lab. PFT (Perancangan Fasilitas Telekomunikasi), iseng-iseng aja gw nyari artikel buat nambah ilmu dikit and finally terujuk lah pencarian gw ke blog atau semacamnya dari Laboratorium SIG Jurusan Geografi UNIMA. Lumayan sih buat dongeng sebelum tidur waktu itu, walaupun dongeng nya agak njelimet gitu deh..hehehe
Tapi setidaknya gw telah baca dan berpikiran, kenapa gak gw share aja disini.. soalnya bahasannya bagus.. hmmm good night lah.. eh good reading maksudnya.. lagian menyangkut GIS pula,, jadi kenapa tidak?? Nih isinya tuh tentang gimana kalo GIS itu mau di buat versi online-nya,, soalnya kan yang gw tau GIS itu bisa dihubungin ke aplikasi yang offline aja,, itu sih emg gw nya yang kuper n gak update..wkwkwk. So cekidot:
Web mapping bisa dibuat sebagai perangkat pengawasan (monitoring) sebuah pelaksanaan pekerjaan/proyek, khususnya yang menyangkut masalah ruang. Jika dihubungkan dengan sebuah database yang selalu up-to-date atau real-time, web mapping juga bisa menjadi informasi yang bagus bagi masyarakat luas, misalnya peta informasi kemacetan jalan yang ditampilkan di situs CBN CyberMap, atau yang menampilkan informasi cuaca seperti di Weather Underground.
Tetapi peta bukan hanya milik geograf. Kecenderungan penyajian peta melalui internet pun makin bertambah. Di beberapa negara bahkan peta yang dipublikasi lewat internet bisa dilihat melalui alat yang bisa dibawa kemana-mana (portable) yang memiliki kemampuan GPS sehingga bisa dijadikan panduan untuk bepergian (DashPC).
Peta (web mapping) juga bisa menjadi menjadi alat promosi bagi dunia usaha, bahkan sebagai alat usaha itu sendiri. Pada sebuah situs web mapping bisa dimasukkan lokasi-lokasi perusahaan misalnya, sehingga konsumen atau calon konsumen bisa melihat dimana mereka bisa mendapatkan yang mereka inginkan yang dekat dengan mereka.
Satu keunggulan web mapping dibanding peta konvensional adalah interaktivitas. Peta yang ditampilkan bisa menjadi dinamis menurut besaran, lokasi/arah, waktu, sekala dan tema. Pengunjung bisa memilih sendiri informasi apa yang ingin mereka lihat, dan menampilkannya secara bersamaan. Beberapa situs web mapping bahkan memasukkan fungsi analisis seperti menghitung jarak, membuat rute, pengelompokan data dan sebagainya.
A. Pemilihan Teknologi
Ada dua kategori besar cara penyajian peta melalui internet, yaitu dengan :
- Mengikuti program yang sediakan pihak lain (ASP, Application Service Provider). Adalah cara tercepat menyajikan peta pada situs internet. Kini banyak penyedia jasa ini, bahkan sudah ada perusahaan di Indonesia yang melakukannya. Bagian ini tidak dibahas lebih lanjut.
2. Mengembangkan sendiri. Untuk mengembangkan sendiri web mapping sangat terkait pada anggaran
dan sumber daya manusia yang dimiliki. Pilihan teknologi untuk mengembangkan sendiri juga sangat
banyak, mulai dari yang sederhana dan gratis, sampai yang rumit dan mahal, atau membuat teknologi
sendiri. Tetapi tidak selamanya yang gratis atau murah itu sederhana dan yang mahal itu rumit.
dan sumber daya manusia yang dimiliki. Pilihan teknologi untuk mengembangkan sendiri juga sangat
banyak, mulai dari yang sederhana dan gratis, sampai yang rumit dan mahal, atau membuat teknologi
sendiri. Tetapi tidak selamanya yang gratis atau murah itu sederhana dan yang mahal itu rumit.
Salah satu keuntungan mengembangkan web mapping sendiri adalah ketersediaan untuk memperbaharui (updating) data kapan saja, dan bahkan bisa terus meningkatkan kemampuan web mapping yang sudah ada (upgrading). Keuntungan lainnya adalah bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri (customizable).
B. Data Vektor atau Raster?
Peta yang ditampilkan bisa salah satu dari keduanya. Jika tujuan pembuatan web mapping adalah sebagai sharing data, sehingga pengunjung bisa men-download peta yang bisa diedit dengan software SIG , maka pilihannya adalah pada data vektor. Saat ini OpenGIS® Consortium (konsorsium internasional untuk pengembangan SIG terbuka) sedang mengembangkan Geography Markup Language (GML), satu standar format data vektor bereferensi geografis dengan basis XML (eXtensible Markup Language). Untuk membuat peta dari GML dibutuhkan penerjemah grafis dari elemen-elemen GML itu, salah satunya, dan yang banyak digunakan adalah Scalable Vector Graphic (SVG). Keunggulan format ini adalah akurasi data tetap terjaga walaupun peta diperbesar beberapa kali.
Peta yang ditampilkan bisa salah satu dari keduanya. Jika tujuan pembuatan web mapping adalah sebagai sharing data, sehingga pengunjung bisa men-download peta yang bisa diedit dengan software SIG , maka pilihannya adalah pada data vektor. Saat ini OpenGIS® Consortium (konsorsium internasional untuk pengembangan SIG terbuka) sedang mengembangkan Geography Markup Language (GML), satu standar format data vektor bereferensi geografis dengan basis XML (eXtensible Markup Language). Untuk membuat peta dari GML dibutuhkan penerjemah grafis dari elemen-elemen GML itu, salah satunya, dan yang banyak digunakan adalah Scalable Vector Graphic (SVG). Keunggulan format ini adalah akurasi data tetap terjaga walaupun peta diperbesar beberapa kali.
Dari banyak teknologi (software) web mapping yang ada, sebagian besar menampilkan peta dalam bentuk gambar raster. Di belakang layar, data vektor tetap digunakan, dan saat pengunjung menginginkan peta pada satu wilayah tertentu, program akan membuat dan menampilkan peta yang diinginkan itu. Keunggulan dengan cara ini adalah lebih cepat, karena besarnya data (yang diterima pengunjung) akan relatif tetap, dibandingkan dengan data vektor yang jika menampilkan data dengan cakupan wilayah luas dan datanya besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengambil data akan semakin lambat (kecepatan pengambilan data berbanding lurus dengan besarnya data).
C. Dukungan Database
Menampilkan peta pada prinsipnya adalah menampilkan data, selain kemampuan menampilkan data spatial, software yang digunakan juga harus mendukung data-data atribut yang menyertai data spatial. Jika web mapping dibuat untuk menampilkan data yang kontinyu maka dibutuhkan dukungan database yang baik, kemampuan memperbarui data (updating) dan sebagainya. Jika interaktivitas menjadi hal penting, maka dukungan database yang bisa melakukan pencarian atas atau berdasarkan fitur keruangan mutlak diperlukan.
Menampilkan peta pada prinsipnya adalah menampilkan data, selain kemampuan menampilkan data spatial, software yang digunakan juga harus mendukung data-data atribut yang menyertai data spatial. Jika web mapping dibuat untuk menampilkan data yang kontinyu maka dibutuhkan dukungan database yang baik, kemampuan memperbarui data (updating) dan sebagainya. Jika interaktivitas menjadi hal penting, maka dukungan database yang bisa melakukan pencarian atas atau berdasarkan fitur keruangan mutlak diperlukan.
Namun segitu dulu ya.. soalnya masih lumayan banyak juga sih terusannya.. mungkin besok kali ya.. =) daaaa.. wassalam ^^
Komentar
Posting Komentar